menuju swasembada pangan 2017

Antisipasi harga pokok naik, Mentan sidak Operasi Pasar di 3 titik

Reporter : Hardiansyah | Rabu, 24 Juni 2015 10:44
Antisipasi harga pokok naik, Mentan sidak Operasi Pasar di 3 titik
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. ©2015 merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman bersama Perum Badan Urusan Logistik (Bulog) mengecek operasi pasar bawang merah di tiga pasar sekaligus yakni Pasar Induk Kramat Jati, Pasar Klender, dan Pasar Rumput.

Operasi ini dilakukan untuk mengecek efek dari operasi pasar yang dilakukan sebelum memasuki bulan Ramadan. Hasilnya, bila sebelum harga bawang merah di pasar Induk Keramat Jati Rp 35.000 per kilogram, dari hari ke hari makin menurun menjadi Rp 25.000 per kilogram, kemudian turun lagi menjadi Rp 20.000 kilogram setelah digelar operasi pasar komoditas bawang merah dengan harga Rp 17.000 per kilogram.

"Harga pagi ini bawang merah di Kramat Jati Rp 20.000 sampai Rp 21.000. Di Pasar Klender dan Pasar Rumput masih terpantau Rp 25.000 karena baru hari ini dimulai operasi pasar. Harga Rp 25.000 kami anggap masih stabil, tapi saya maunya tetap turun lagi ke Rp 20.000," ungkap Mentan Amran di Pasar Induk Kramatjati, Minggu (21/6).

Di hari pertama operasi pasar yang digelar di Pasar Klender, satu truk sembako yang dibawa bulog langsung habis dalam satu jam. Sedangkan di Pasar Rumput, hingga siang hari masih nampak penuh barang-barang yang dijualnya.

Kementerian Pertanian (Kementan) menerapkan strategi pemangkasan rantai tata niaga yang mencapai 7 rantai menjadi 4 rantai. Menurut Mentan, panjangnya rantai tata niaga tersebutlah yang memicu melonjaknya harga bawang merah.

"Kita pangkas rantai tata niaga dengan bersinergi bersama Bulog. Kita pasok pasar bawang merah dengan mengambil langsung dari petani bawang yang saat ini didatangkan dari sentra bawang merah di Brebes dan Bima," ujar Mentan.

Mentan Amran menekankan pemerintah selalu hadir bagi masyarakat untuk meringankan harga kebutuhan pokok. Dia juga menekankan bahwa target produksi bawang merah bulan depan sebesar 120.000 ton per bulan.

"Bulan ini produksi 140.000 ton per bulan. Bulan depan 120.000 ton per bulan. Sedangkan kebutuhan 90.000 ton per tahun," jelasnya.

Di Jabodetabek, telah dilakukan Operasi Pasar di 12 titik pasar ritel seperti Pasar Kramat Jati, Jatinegara, Klender, Rawasari, Cikini, Palmerah, Pasar Minggu, Kebayoran Lama, Kampung Bahari, Kalibaru Grogol, dan di Depok. Pemilihan lokasi berdasar perkiraan lokasi yang akan mengalami kenaikan harga secara signifikan hingga usai Lebaran.

"Jika diperlukan, kami akan tambah 12 titik itu menjadi 20 titik. Operasi pasar juga tidak hanya dilakukan di pasar-pasar saja, melainkan kita juga akan turun langsung di tengah-tengah masyarakat seperti perumahan agar dipastikan stok pangan yang dimiliki masyarakat sudah mencukupi hingga Lebaran nanti," jelas Mentan Amran.

Dalam operasi pasar yang digelar bersinergi dengan Bulog ini tidak hanya menjual bawang merah yang harganya sempat melonjak. Truk-truk milik Bulog ini juga menjual beras, gula, dan minyak goreng.

[war]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kementerian Pertanian, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kementerian Pertanian.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


LATEST UPDATE