menuju swasembada pangan 2017

Deretan pencapaian kerja Kementerian Pertanian selama empat tahun

Reporter : Ibnu Fauzi | Rabu, 24 Oktober 2018 19:43
Deretan pencapaian kerja Kementerian Pertanian selama empat tahun
Pemaparan hasil kinerja Kementan. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Selama kepemimpinan Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, sejumlah program terobosan telah diimplementasikan melalui kebijakan dan tindakan konkret yang berpihak kepada petani, seperti merevisi dan menghapus regulasi yang dinilai menghambat kinerja sektor pertanian.

Langkah konkret yang dilakukan Kementerian Pertanian adalah dengan merevisi regulasi Perpres Nomor 172 tahun 2014 tentang pengadaan benih dan pupuk dari lelang menjadi penunjukan langsung. Tak hanya sampai disitu, hingga saat ini Kementerian Pertanian telah melakukan deregulasi dengan mencabut 291 Permentan/Kepmentan.

"Perpres inilah yang satu minggu Pak Menteri Pertanian langsung direvisi, yang dulu melalui lelang menjadi penunjukan langsung. Dampaknya para petani bisa menanam sesuai tepat waktu, melakukan pemupukan tepat waktu dan tepat jumlah," kata Sekretaris Jenderal Kementan, Syukur Iwantoro saat berbincang dengan media terkait capaian empat tahun kinerja Kementerian Pertanian di Kantor Kementan, Jakarta Selatan, Rabu (24/10).

Syukur memerinci sejumlah pencapaian Kementan. Pertama, sektor pertanian mampu menurunkan inflasi bahan makanan di mana pada tahun 2017 sebesar 1,26 persen jauh lebih rendah dibandingkan inflasi bahan makanan tahun 2013 sebesar 11,35 persen.

Kedua, mendongkrak ekspor pertanian di mana pada tahun 2017 mencapai Rp 441 triliun, naik 24,47 persen dibandingkan pada 2016 Rp 385 triliun. Neraca perdagangan pada 2017 juga mengalami surplus Rp 214 triliun, lebih tinggi dari 2016 yang hanya Rp 142 triliun.

"Dampak kerja keras kita Kementerian Pertanian, Kemendes PDTT, Kementerian BUMN, Bulog, pemerintah provinsi dan kabupaten, kita mampu menghasilkan suatu kinerja yang sangat signifikan dari aspek produksi pangan ada inflasi yang menurun secara drastis. Artinya harga pangan itu stabil dan menjadi kondusif bagi petani untuk berproduksi. Selain itu, meningkatnya ekspor produk pertanian yang cukup signifikan sekitar 24 persen," jelasnya.

Ketiga, dampak dari deregulasi, investasi pertanian pada 2017 Rp 45,9 triliun naik rerata 14 persen per tahun sejak 2013 yang hanya Rp 29,3 triliun. Keempat, daya beli petani menguat, di mana Nilai Tukar Usaha Pertanian (NTUP) tahun 2017 yaitu 111,77 naik 5,39 persen dari 2014 yang hanya 106,05. Nilai Tukar Petani (NTP) mencapai 102,25 naik 0,97 persen dibandingkan 2014 hanya 102,03.

Kelima, pertanian mampu mengentaskan kemiskinan. Di mana pada Maret 2018 jumlah penduduk miskin di pedesaan turun menjadi 15,81 juta jiwa, dibandingkan pada Maret 2013 yang mencapai 17,74 juta jiwa.

Keenam, adanya visi revolusi mental/reformasi birokrasi Kementan pun memperoleh sejumlah penghargaan. Yaitu mendapat Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK tahun 2016 dan 2017, serta mendapat penghargaan dari KPK sebagai kementerian anti gratifikasi 2017.

"Ke depan kita konsisten terus meningkatkan produksi tanpa melupakan kesejahteraan petani di pedesaan. Dengan melakukan terobosan-terobosan di mana kita mempunyai teknologi mengembangkan lahan rawa, ramah lingkungan, lahan kering yang cukup besar sekitar 9 juta potensinya. Maka kita optimis di tahun 2045 Indonesia menjadi lumbung pangan dunia," tutup Syukur.

[hrs]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kementan, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kementan.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


LATEST UPDATE