menuju swasembada pangan 2017

Investor Brasil serius akan bangun peternakan sapi di pulau Buru

Reporter : Dede Rosyadi | Senin, 27 April 2015 09:22
Investor Brasil serius akan bangun peternakan sapi di pulau Buru
Peternakan sapi perah. ©2013 Merdeka.com/dwi narwoko

Merdeka.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menuturkan, potensi usaha peternakan sapi di Pulau Buru, Maluku, dilirik investor Brasil. Direncanakan, komitmen investasi asal Brasil ini akan dituangkan dalam penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) pada Senin, 27 April 2015.

"Pulau Buru bagus untuk peternakan. Ini ada investornya dari Brasil, mudah-mudahan bisa langsung MoU hari Senin, ini berita menarik," ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman di Pulau Buru, Maluku, akhir pekan kemarin (26/4).

Mentan Amran menambahkan, nilai investasi yang dibutuhkan untuk membangun peternakan sapi di Pulau Buru kurang lebih Rp100 miliar untuk peternakan seluas 5 ribu Hektare. Di Pulau Buru terdapat lahan berstatus Areal Penggunaan Lain (APL) seluas 100 ribu Hektare yang dapat digunakan untuk berternak 200 ribu ekor sapi. Dirinya menjamin pembangunan peternakan tidak akan menggusur sawah-sawah penduduk karena dibangun di lahan APL.

Pihaknya menawarkan lahan 20-30 ribu Hektare di Pulau Buru bagian utara dan 70 ribu Hektare di Pulau Buru bagian selatan kepada investor asal Brasil. Dana yang digelontorkan oleh investor dari Negeri Samba ini diperkirakan bisa mencapai kisaran Rp1 triliun.

"Jadi Rp200-300 miliar (untuk Pulau Buru utara). Jika ada lahan kurang lebih 100.000 hektar berarti kurang lebih Rp1 triliun," terang Mentan.

Di samping investor asal Brasil yang sudah datang langsung melihat lokasi di Pulau Buru, ada satu calon investor asal Brasil lain dan tiga calon investor dari dalam negeri yang juga berminat membangun peternakan di Pulau Buru. Namun, baru satu calon investor asal Brasil yang menunjukkan keseriusan.

"Ini ada lima calon, Brasil ada dua, tadi investor ada lokal juga. Tapi ini (Brasil) yang kita harapkan serius," paparnya.

Mentan Amran berharap investasi ini bisa benar-benar terealisasi agar menciptakan lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat di Pulau Buru dan sekitarnya. Selain itu, investasi ini dapat meningkatkan populasi sapi di Indonesia sehingga menekan sapi impor.

Baca juga:
Mentan: Ketergantungan impor pangan ancam kedaulatan negara
Mentan blusukan cek harga gabah di DIY dan Klaten
Mentan Amran 'sidak' harga gabah di Yogyakarta
Kementan: Lahan pertanian meningkat jadi 700 ribu hektare
Mentan desak Bulog segera serap gabah petani sesuai HPP
Mentan: Panen padi di daerah meningkat 20-50 persen

[drs]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kementerian Pertanian, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kementerian Pertanian.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


LATEST UPDATE