menuju swasembada pangan 2017

Kementan beri suntikan dana pertanian Sumut Rp1,14 triliun

Reporter : Dede Rosyadi | Kamis, 23 April 2015 14:16
Kementan beri suntikan dana pertanian Sumut Rp1,14 triliun
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. ©handout/Kementan

Merdeka.com - Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman menyatakan, tahun ini anggaran bantuan untuk pertanian di Sumatera Utara (Sumut) sebesar Rp1,14 triliun atau naik lebih dari 1.000% jika dibandingkan tahun lalu yang hanya tercatat Rp100 miliar.

"Pak Kadis berapa usulan kenaikan (anggaran)? Pak Kadis bilang 20 persen. Kami beri 1.000 persen, tahun depan 2.000 persen. Saya menantang Pak Gubernur untuk menaikkan produksinya, melalui Pak Kadis Pertanian," kata Kememtan dalam acara menanam padi perdana menggunakan mesin tanam padi (transplanter) di Desa Simodong Kabupaten Batubara Kecamatan Sei Suka Kabupaten Batubara, Rabu kemarin (22/4).

Dengan gelontoran dana sebesar itu, Mentan Amran menantang Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Gatot Pujo Nugroho untuk menaikkan produksi beras di Sumut menjadi 4,6 juta ton tahun ini dari target tahun sebelumnya 3,5 juta ton.

Dalam pertemuan santai yang saat itu dihadiri ratusan petani, Mentan Amran memaparkan, pemerintah akan menyelesaikan persoalan pertanian mulai dari tenaga penyuluh, pupuk, bahkan anggaran bantuan untuk Sumut.

"Di Indonesia saat ini baru ada 27.000 Petugas Penyuluh Lapangan, masih ada kekurangan 43.000 orang. Kami mencoba menyelesaikan satu per satu," jelasnya.

Terkait harga gabah panen, Mentan mengaku mendapati harga Rp3.500 di tingkat petani. Sementara Harga Pembelian Pemerintah (HPP) adalah Rp3.700 per kilogram (kg) di petani, atau Rp3.750/kg di penggilingan.

"Setelah kami keliling selama satu minggu itu harga Rp3.500 di lapangan. Tapi kami sudah menghubungi Bulog agar mereka bisa menyerap langsung dari petani. Kalau ini digiling jadi beras, itu nilainya 5.000-6.000 sedangkan harga di pasaran mencapai Rp10.000, disparitasnya cukup jauh. Bulog harus turun langsung, itu solusinya," tutur Mentan.

Selain persoalan itu, lanjut Amran, pihaknya akan menyelesaikan permasalahan distribusi pupuk pada tahun ini dan kedepan sudah selesai.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho mengatakan, pihaknya dengan dibantu Kodam I Bukit Barisan, akan memenuhi isi MoU yang menjadikan Sumut lumbung padi tingkat nasional, Pujo membeberkan, produksi beras Sumut mencapai 3,6 juta ton pada tahun lalu. Bersama dengan Kodam I BB, maka produksi beras ditargetkan pada 2015 mencapai 4,136 juta ton.

"Karena ditantang oleh Pak Menteri Pertanian, target harus lebih. Akhirnya kami bersepakat dari 3,6 juta ton produksi tahun lalu menjadi 4,6 juta ton. Perlu digarisbawahi, bahwa Sumut merupakan penghasil padi kelime," kata Pujo.

Sekadar informasi, Desa Simodong Kabupaten Batubara memiliki luas lahan 17.773 hektare dengan luas sawah 365 hektare. Kondisi irigasi teknis dan air tersedia dengan baik.

[efd]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kementerian Pertanian, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kementerian Pertanian.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


LATEST UPDATE