menuju swasembada pangan 2017

Ketua APJI: Impor jagung akan jadi pukulan telak untuk petani

Reporter : Haris Kurniawan | Minggu, 4 November 2018 11:10
Ketua APJI: Impor jagung akan jadi pukulan telak untuk petani
Panen jagung. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pemerintah berencana membuka kembali keran impor jagung dalam waktu dekat. Kebijakan itu diambil usai rapat koordinasi pangan di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, pada Jumat (2/11), sebagai upaya pemerintah menekan harga jagung pakan ternak yang melambung tinggi.

Ketua Asosiasi Petani Jagung Indonesia (APJI), Sholahuddin menyayangkan keputusan tersebut, terutama karena kebijakan impor jagung diambil setelah beberapa waktu lalu diramaikan dengan isu impor beras.

"Secara psikologis ini menjadi pukulan telak bagi petani. Apalagi kebijakan impor jagung ini diambil saat stok masih banyak. Secara langsung atau tidak langsung, saya khawatir kebijakan pemerintah ini akan menurunkan semangat petani," kata Sholahuddin.

Menurut Sholahuddin, dirinya mengaku kaget dengan adanya kebijakan pemerintah untuk melakukan impor jagung. Terlebih sejak tahun 2017, produksi jagung dalam negeri sudah mencukupi kebutuhan pakan ternak.

"Seharusnya tahun politik menjadi kesempatan pemerintah untuk semakin menunjukkan keberpihakannya kepada petani," tandasnya.

Lebih lanjut, Sholahuddin menyampaikan sebaran lokasi dan waktu tanam jagung bervariasi. Sebagian besar petani jagung di sentra produksi memasuki masa tanam. Sementara itu, sejumlah lokasi di Jawa Timur, seperti Jember, Tuban, Kediri, Jombang, dan Mojokerto sekitar dua pekan mendatang justru akan melakukan panen. Hal tersebut sekaligus menepis anggapan bahwa kenaikan harga pakan ternak diakibatkan oleh produksi jagung yang menurun.

"Kalau ada yang menyebut impor perlu dilakukan karena stok menipis, kami bisa mentahkan itu. Saat ini pabrik pengering kami di Lamongan saja, masih ada stok 6.000 ton. Di Dompu juga masih stok banyak karena di sana masih ada panen," tutur Sholahuddin.

Sholahuddin menyayangkan kebijakan impor yang dikeluarkan sekarang kemungkinan baru akan terealisasi di bulan Januari. Momen itu bertabrakan dengan musim panen raya.

"Ini tentunya akan menurunkan semangat petani yang sekarang masih menanam. Kalau impor masuk saat panen, petani sudah bisa membayangkan harga jagung mereka akan anjlok," jelasnya.

Karena itu, Ia meminta pemerintah untuk mempertimbangkan kembali keputusannya. Apalagi sesuai undang-undang, pemerintah harus melindungi petani dari kerugian.

"Impor ketika panen raya melanggar undang-undang karena impor ketika panen raya bisa menyebabkan harga anjlok," ungkap Sholahuddin.

Dengan kondisi tanam dan panen yang bervariasi, Sholahuddin optimistis produksi jagung hingga akhir tahun bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah. Apalagi panen di tahun ini mencakup lahan yang luas.

"Pertanaman jagung Bulan September mencapai 5,86 juta hektar tersebar diwilayah Indonesia, dan sampai Bulan Oktober produksi jagung diperkirakan mencapai 25,97 juta ton, Insya Allah dengan semangat petani untuk menanam, target 30,05 juta ton jagung di 2018 bisa tercapai, semangat petani itu yang perlu kita jaga," tutup Sholahuddin.

Baca juga:
Ini tiga program prioritas Ketua Umum APJII periode 2018-2021
Jamalul Izza terpilih kembali pimpin APJII periode 2018-2021
Ini dia pencapaian penting APJII periode 2015-2018
Pengguna internet mulai sadar keamanan data pribadi
APJII sebut pengguna internet Indonesia tahun 2017 capai 143,26 juta jiwa

[hrs]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kementan, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kementan.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


LATEST UPDATE