menuju swasembada pangan 2017

Mentan dampingi Presiden Jokowi launching operasi pasar beras & gula

Reporter : Hardiansyah | Selasa, 16 Juni 2015 17:34
Mentan dampingi Presiden Jokowi launching operasi pasar beras & gula
Presiden Jokowi bersama Mentan dan Mendag. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mendamping Presiden Joko Widodo melakukan peluncuran (launching) operasi pasar untuk 2 komoditi pangan yakni beras miskin (raskin) sebanyak 250 ribu ton, 50 ribu ton untuk beras Operasi Pasar dan gula sebanyak 25 ribu ton, di Gudang Bulong Cimahi, Bandung, Senin (15/15).

Pada peluncuran pasar ini Presiden Joko Widodo menegaskan stok pangan aman dan akan bertindak tegas pada oknum-oknum nakal yang sengaja menimbun stok pangan dan mempermainkan harga pangan.

"Stok pangan kita menghadapi bulan puasa dan Lebaran seperti beras, cabai, bawang, gula dan lainnya aman. Apabila ada pihak yang mempermainkan harga dan stok pangan, saya akan kejar. Jadi jangan coba macam-macam mempermainkan harga pangan," kata Presiden Jokowi.

Peluncuran pasar ini dalam rangka meringankan beban rakyat menyambut bulan puasa dan Lebaran yang dilakukan secara serentak di tujuh provinsi yakni di Bandung, Medan, Palembang, DKI Jakarta, Semarang, Surabaya dan Makasar.

Beras untuk Operasi Pasar beras dijual dengan harga Rp 8.200 per kilogram, sedangkan gula Rp 10.000 per kilogram.

"Untuk di Bandung pada hari ini, disediakan beras sejumlah 120 ton, gula pasir 25 ton dan bawang merah 10 ton," ujar Presiden.

Berdasarkan informasi Perum Bulog, Operasi Pasar ini akan dilakukan selama bulan suci Ramadhan di 15 pasar tradisional yang ditunjuk dinas perdagangan setempat.

Operasi Pasar masing-masing di Kota Bandung 6 pasar, Kabupaten Bandung 4 pasar, Kabupaten Bandung Barat 2 pasar, Kota Cimahi 2 pasar dan Kabupaten Sumedang 1 pasar.

Sebelumnya, Kementerian Pertanian bersama Perum Bulog mengadakan Operasi Pasar bawang merah selama dua hari yakni mulai tanggal 13 sampai 14 Juni 2015 di Pasar Induk Kramat Jati.

Menteri Pertanian (Mentan) mengungkapkan, hasil Operasi Pasar tersebut yakni apabila sebelum adanya Operasi Pasar, harga bawang merah di pasar Induk Keramatjati Rp 25.000 per kilogram, kemudian harga terpantau turun menjadi Rp 20.000 kilogram setelah digelar operasi pasar komoditas bawang merah dengan harga Rp 17.000 per kilogram.

Setelah menetapkan harga bawang merah di pasar, Mentan mengharapkan agar tidak ada pedagang eceran nakal. Karena itu operasi pasar bawang merah ditujukan dijual langsung ke konsumen, bukan kepada Bandar atau grosir bawang merah.

Untuk Informasi, saat ini stok pangan menghadapi puasa dan Lebaran tersedia dalam jumlah yang cukup. Untuk stok beras Perum Bulog secara nasional tersedia 1,4 juta ton, posisinya aman sampai dengan 6 bulan ke depan. Demikian juga untuk Jawa Barat, stok Perum Bulog 187 ribu ton aman untuk kebutuhan 5 bulan ke depan.

Dan sampai saat ini, Perum Bulog masih terus mengoptimalkan penyerapan gabah dan beras untuk memupuk stok, sehingga masyarakat tidak perlu merasa khawatir.

[war]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Advertorial Kementerian Pertanian, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Advertorial Kementerian Pertanian.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


LATEST UPDATE