menuju swasembada pangan 2017

Menteri Pertanian: Jangan biarkan lahan itu 'tidur'

Reporter : Dede Rosyadi | Rabu, 22 April 2015 08:00
Menteri Pertanian: Jangan biarkan lahan itu 'tidur'
Menteri Pertanian Amran Sulaiman. ©2015 Merdeka.com

Merdeka.com - Menteri Pertanian Amran Sulaiman meninjau langsung panen raya padi dan meninjau pembangunan pertanian menuju swasembada berkelanjutan di Desa Medasari, Rawajitu Selatan, Tulang Bawang, Lampung, Selasa (21/4) kemarin. Dalam kunjungannya, Mentan secara langsung berdialog dengan para petani, dari mulai proses penanaman, pemupukan, dan panen.

"Kita dengarkan langsung masukan dan keluhan para petani di sini mulai dari penanaman padi, pemupukan sampai panen. Kita kasih peralatan yang mereka butuhkan seperti traktor roda empat, mesin panen padi modern dan alat pompa irigasi, sehingga diharapkan para petani tidak kesulitan lagi menggarap lahan sawah," kata Mentan.

Menurut Amran, lahan yang ada harus dimaksimalkan sehingga menghasilkan jumlah panen yang lebih banyak lagi demi tercapainya pembangunan pertanian dan swasembada secara berkelanjutan.

"Jangan biarkan lahan itu 'tidur'. manfaatkan lahan pertanian yang ada. Jika ada kendala, pemerintah akan bantu, mulai dari alat-alat pertanian yang mereka butuhkan," ujarnya.

Mentan juga mengajak kepada instansi terkait untuk mendukung program swasembada pangan, dengan bersama-sama bersinergi mensukseskan program tersebut. Di Desa Medasari, Rawajitu Selatan, Tulang Bawang, Lampung para petani menggunakan irigasi tersier. Masyarakat di Lampung 60 persen berprofesi sebagai petani.

Sementara, Bupati Tulang Bawang, Hanan Rozak mengatakan perlu juga dukungan dari sektor lain, di antaranya sektor akses jalan baik jalan perhubungan darat maupun berhubungan sungai, agar petani dengan mudah menjual hasil panennya. Biaya jadi lebih hemat dan menguntungkan buat para petani.

"Saya sudah usulkan tahun ini akses jalan di sini segera diperbaiki, karena ini kawasan strategis (kawasan berikat) sektor pertanian yang turut mensuplai kebutuhan nasional. Seperti, padi, karet, dan udang," paparnya.

Dia menambahkan hasil panen di wilayah Tulang Bawang ini bisa dua kali panen. Sekali panen bisa 6-7 ton. Di tambah lagi alat-alat modern dan pupuk unggul yang bisa menggerakkan petani untuk menanam padi lebih maksimal lagi.

Dia juga menjelaskan lahan yang ada di tulang bawang ini dari proses reklamasi air tawar makan konsepnya irigasi pasang surut, air berlimpah ruah oleh sebab itu dibutuhkan pompa irigasi agar swasembada pangan dalam dua tahun kedepan dapat tercapai.

"Dari Kementerian Pertanian sudah memberikan bantuan alat pompa irigasi dan alat pendukung lainnya. Sehingga diharapkan petani di sini bisa maksimal menggarap lahannya," ucap Hanan.

Selain prasarana alat pertanian juga dibutuhkan transportasi akses jalan yang baik, sehingga bisa menghubungkan antar wilayah yang ada di Lampung, khususnya di wilayah Lampung Utara. Sehingga lahan pertanian produktif dan petani pun jadi sejahtera.

Baca juga:
Petani Tulang Bawang pakai combine harvester buat panen & tanam padi
Menteri Pertanian tinjau panen raya di Tulang Bawang
Mentan percepat musim tanam 2015 di Sumsel
Kementan kembangkan promosi bersama akses pasar karet dan kopi
Mentan bertemu Dubes Selandia Baru bahas perdagangan dan pertanian
Kementan tingkatkan kemitraan regional melalui Grow Asia Forum

[dan]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kementerian Pertanian, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kementerian Pertanian.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


LATEST UPDATE