menuju swasembada pangan 2017

Panen perdana kedelai unggulan di Papua

Reporter : Chazizah Gusnita | Kamis, 8 Mei 2014 16:05
Panen perdana kedelai unggulan di Papua
Ilustrasi kedelai. ©Shutterstock/bonchan

Merdeka.com - Warga Desa Tetom Jaya, Kecamatan Bonggo, Kabupaten sarmi, Papua tengah bergembira. Para petani di daerah ini panen perdana varietas unggulan baru kedelai.

Panen perdana kedelai ini dilaksanakan bersama Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Papua, Selasa (6/6). BPTP Papua juga melaksanakan kegiatan temu lapang dan temu wicara dalam acara itu.

Kegiatan tersebut terlaksana atas kerjasama yang sangat baik dari berbagai pihak yakni Badan Pelaksana Penyuluhan Pertanian, Perikanan dan Kehutanan (BP4K) Kabupaten Sarmi, Dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten sarmi, Aparat kampung,Ibu-ibu PKK, dan Kelompok Tani Kampung Tetom Jaya.

Kegiatan pengembangan kedelai di Papua ini di awali dengan uji adaptasi pada tahun 2013. Hasilnya, diperoleh 5 varitetas unggul baru yaitu : varietas Burangrang, Tanggamus, Dering 1, Kaba, dan Galunggung.

Selanjutnya, dilakukan kajian pengembangan kedelai seluas 12 Ha pada Februari 2014. Kegiatan temu lapang dan panen perdana ini dihadiri sekitar 300 orang. Mereka terdiri dari aparat kampung, para peneliti/ penyuluh, pengrajin tempe dan tahu, tokoh masyarakat, tokoh agama dan dibuka oleh Bupati Kabupaten Sarmi, Kepala BPTP Papua, Kepala dinas Pertanian dan Peternakan Kabupaten Sarmi, Dandim Kabupaten Sarmi, Kepala Distrik Bonggo, Kepala BP4K.

Selain itu juga diadakan temu wicara antara pemerintah dengan petani, pengrajintempe/tahu. Para petani sangat berharap dan bisa mendapat dukungan dari pemerintah dalam hal pemasaran kedelai.

Penyuluh pertama BPTP Papua, Yunita Indah Wulandari mengaku permasalahan itu memang merupakan salah satu permasalahan yang dihadapi para petani kedelai di daerah ini.

Permintaan para petani itu pun sanggupi Pemda setempat. Pemda setempat berupaya mencari solusi atas permasalahan yang dihadapi para petani yaitu dengan mencari kemitraan dan melakukan kegiatan home industry berbahan baku kedelai. Pemda setempat pun berharap BPTP Papua terus melakukan kerjasama dalam hal pendampingan teknologi.

BPTP Papua lantas menyerahkan benih unggul kedelai beserta petunjuk teknis yang akan digunakan sebagai materi penyuluhan.

Baca juga:
Banyak distributor nakal, distribusi pupuk bersubsidi diawasi
Produsen sayuran, Indonesia diharapkan bisa kurangi impor
Petani diminta waspadai serangan wereng cokelat
Tunggu musim kemarau, petani tanam melon berkualitas ekspor
Pelatihan keterampilan mengolah hasil pertanian khusus perempuan

[cza]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Advertorial, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Advertorial.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


LATEST UPDATE