menuju swasembada pangan 2017

Penindakan pelaku daging celeng belum sampai ke 'big boss'

Reporter : Dede Rosyadi | Senin, 26 Mei 2014 17:07
Penindakan pelaku daging celeng belum sampai ke 'big boss'
ilustrasi bos. ©2012 shutterstock.com

Merdeka.com - Kementerian Pertanian (Kementan) mengaku sulit mengidentifikasi pelaku utama peredaran daging celeng atau babi hutan ilegal. Selama ini penindakan terhadap pengedar daging celeng baru menyentuh pelaku yang diduga hanya menjadi anggota jaringan, bukan otak jaringan peredaran itu.

"Segala kemungkinan bisa saja terjadi. Selama ini kami tangkap sopir-sopir bus atau angkutan yang mendistribusikan daging celeng ini. Ketika diinterogasi, siapa pelaku utamanya, para sopir ini sulit mengaku," kata Kepala Badan Karantina Kementerian Pertanian Banun Harpini, seperti dikutip dari antaranews, Senin (26/5).

Namun, tidak menutup harapan dengan ditangkapnya tersangka pelaku peredaran daging celeng yang saat ini ada dalam pengadilan, maka bisa membuka jaringan-jaringan distribusi daging celeng yang ada di pasaran.

Pelaku utama peredaran daging celeng ini diduga yang melakukan perburuan liar tersebut. Pasokan daging celeng ini berasal dari perburuan liar di hutan-hutan di Sumatera Barat, Bengkulu dan Sumatera Selatan yang kemudian dipasok ke wilayah Jabodetabek.

Penyelundupan daging celeng tersebut, menurut Banun, dilakukan dari daerah di tiga propinsi itu dengan menggunakan kapal-kapal angkut berukuran kecil.

"Penyelundup memanfaatkan pintu masuk melalui Pelabuhan Bekaheuni, Lampung, menuju Merak, Banten untuk masuk ke kota-kota besar di Pulau Jawa," ujarnya.

[cza]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Advertorial, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Advertorial.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


LATEST UPDATE