menuju swasembada pangan 2017

Pertemuan menteri bidang pangan ASEAN lahirkan 3 kesepakatan

Reporter : Rizlia Khairun Nisa | Sabtu, 13 Oktober 2018 16:55
Pertemuan menteri bidang pangan ASEAN lahirkan 3 kesepakatan
Pertemuan Menteri bidang pangan ASEAN. ©2018 Merdeka.com

Merdeka.com - Pangan menjadi isu penting bagi pemimpin-pemimpin negara seluruh di dunia. Selain menjaga ketersediaan bahan pangan, pembangunan sektor pertanian, perikanan dan kehutanan, akan mendorong pertumbuhan ekonomi. Baik untuk masing-masing negara maupun di kawasan.

Sebagai salah satu organisasi penting di kawasan Asia, ASEAN pada 11-12 Oktober 2018 menyelenggarakan sedikitnya 3 pertemuan pemimpin-pemimpin negara kawasan untuk membuat kesepahaman dan kerjasama di bidang pangan.

Pemerintah Indonesia menunjuk Menteri Pertanian (Mentan) Amran Sulaiman selaku Ketua AMAF Indonesia, memimpin delegasi Indonesia yang terdiri atas pejabat Kementerian Pertanian, Kementerian Kelautan dan Perikanan, serta Kementerian Luar Negeri.

Pertemuan Menteri bidang pangan ASEAN 2018 Merdeka.com

Para delegasi dari negara-negara anggota ASEAN, di tambah 3 negara Tiongkok, Jepang, dan Kora Selatan menghadiri 3 pertemuan. Masing-masing (1) pertemuan ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry (AMAF) ke-40 (40th AMAF), (2) ASEAN Ministers on Agriculture and Forestry Plus Three ke-18 (18th AMAF+3) dan (3) ASEAN-China Ministerial Meeting on Sanitary and Phytosanitary ke-6 (6th ASEAN-China MM on SPS).

"Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung upaya pemantapan ketahanan pangan di kawasan, dengan menyepakati perpanjangan kerja sama ASEAN Plus Three Emergency Rice Reserve (APTERR), sebagai mekanisme penanganan keadaan bencana di kawasan ASEAN," ujar Amran dalam pidatonya di hadapan para delegasi.

Pertemuan Menteri bidang pangan ASEAN 2018 Merdeka.com

Sebagai bukti komitmen kerjasama bidang pangan para menteri melakukan penandatanganan 3 (tiga) kesepakatan, yakni: (1) Protokol Amandemen Perjanjian APTERR, terkait kesepakatan perpanjangan kontribusi tahunan APTERR periode 2018-2022 dan mekanisme ke depannya; (2) ASEAN-China MoU on Food and Agriculture Cooperation periode 2018-2023, serta (3) MoU ASEAN-FAO on Strengthening Cooperation in Agriculture and Forestry.

Di sela-sela pertemuan AMAF, Indonesia juga berkesempatan untuk melakukan pertemuan Bilateral dengan Pemerintah Brunei Darussalam.

"Dengan Brunei pembicaraan kami fokus pada pengembangan pertanian di wilayah perbatasan. Khususnya untuk komoditas tanaman pangan, ternak dan sawit," ungkap Amran.

[hhw]


Kirim ke teman Kirim copy ke email saya
Kirim ke

Free Content

  • URL Blog

  • Contoh : merdeka.wordpress.com

  • Email

  • Password


saya setuju menggunakan konten merdeka.com dan mengetahui bahwa merdeka.com tidak menyimpan informasi login saya


JANGAN LEWATKAN BERITA FOLLOW MERDEKA.COM
Follow tag merdeka.com akan membantu untuk mendapatkan berita yang sesuai preferensi Anda. Misal Anda suka berita Kementan, masukkan email dan Anda hanya akan menerima berita seputar Kementan.

Let's be smart, read the news in a new way.
Tutup





Komentar Anda


LATEST UPDATE